• Insight-METI Reksa Renewable Energy Fund

    Merupakan reksa dana yang dirancang sebagai suatu Reksa Dana dengan tujuan khusus untuk memberikan kesempatan kepada investor berpartisipasi dengan memberikan ...
  • Reksa Dana Guru

    Merupakan reksa dana campuran. Minimal 50% dari management fee disumbangkan kepada Yayasan Cahaya Guru untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas guru ...
  • Reksa Dana Haji

    Merupakan reksa dana pendapatan tetap syariah 1% dari Nilai Aktiva Bersih disisihkan sebagai infaq yang digunakan untuk memberangkatkan haji orang-orang yang kurang beruntung secara ...
Loading
Chart
o Encore Capital Group 40.70 ▲0.20 (0.49%)
o Market Vec Indonesia Idx 24.10 ▲0.09 (0.37%)
o Lincoln National Corporation 65.05 ▼0.50 (-0.76%)
NASDAQ:ECPG

Encore Capital Group

Company ID [NASDAQ:ECPG] Last trade:40.70 Trade time:4:00PM EDT Value change:▲0.20 (0.49%)
NYSEAMEX:ICH

Investors Capital Holdings Ltd

Company ID [NYSEAMEX:ICH] Last trade:7.08 Trade time:4:00PM EDT Value change: (%)
NYSEARCA:IDX

Market Vec Indonesia Idx

Company ID [NYSEARCA:IDX] Last trade:24.10 Trade time:8:00PM EDT Value change:▲0.09 (0.37%)
NYSE:LNC

Lincoln National Corporation

Company ID [NYSE:LNC] Last trade:65.05 Trade time:4:07PM EDT Value change:▼0.50 (-0.76%)

JAKARTA. Indeks Harga Saham GAbungan (IHSG) masih memberikan tanda untuk terkoreksi. Oleh karena itu, Kepala Riset Indosurya Securities, Tonny W Setiadi menyarankan agar pemodal tidak melakukan aksi agresif.

Tonny mengamati, beberapa hari belakangan, IHSG bergerak dengan penuh tipuan setelah selama seminggu sebelumnya cenderung bergerak sideways terkonsolidasi.

Pada perdagangan hari ini (29/11), Tonny memprediksi, IHSG akan bergerak mixed dengan kemungkinan masih turun di kisaran 4.246-4.324. "Diharapkan, outlook kinerja emiten yang positif pada tahun depan dapat memberikan sentimen positif untuk IHSG," imbuh Tonny.

Di luar grafik dan analisa teknikalnya, Tonny menyebut beberapa sentimen terbaru yang masih akan menyertai pergerakan IHSG dari bursa global. Yakni, mengenai kekhawatiran akan jurang fiskal (fiscal cliff) Amerika Serikat (AS) yang semakin tinggi mendekati akhir tahun ini.

Selain itu, isu lainnya adalah prediksi Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang meramal mengenai perlambatan ekonomi dunia, khususnya di negara Uni Eropa dan AS. "Bahkan OECD sendiri juga memotong perkiraan pertumbuhan ekonomi ke depannya," imbuhnya.

Tonny memperhatikan sektor properti, keuangan, dan consumer goods masih cukup banyak diakumulasi. Beberapa saham yang terlihat masih menarik untuk diperhatikan, adalah KIJA, ACES, BBTN, BHIT, BBRI, APLN, BMTR, ASRI, dan TBIG.

Sementara saham-saham yang bisa dilirik untuk trading jangka pendek, di antaranya PKPK, MPPA, dan VIVA. "Namun saham-saham tersebut memiliki volatilitas dan resiko tinggi," ujar Tonny.

Sementara Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada memperhatikan  adanya kenaikan pada  posisi beli asing. "Hal ini menggambarkan asing yang
memanfaatkan keadaan untuk mengambil harga di bawah di tengah kondisi Stochastic bergerak meninggalkan area overbought (jenuh beli)," kata Reza.

Kondisi ini, menurut Reza, seharusnya bisa diikuti dengan adanya aksi beli pemodal secara bertahap. Walaupun, Reza juga mengingatkan secara teknikal masih dimungkinkan IHSG untuk melanjutkan pelemahan setelah batas support terlewati. "Saya berharap pelemahannya mulai terbatas," harapnya.

Reza memprediksi IHSG akan bergerak di kisaran support 4.249-4.285 dan resistance nya di range 4.312-4.322. Reza menyarankan pemodal memperhatikan saham-saham seperti BBRI, ICBP, SMCB, dan UNVR.

 

source: kontan.co.id